June Wrap Up
![]() |
| Editan seadanya bok -_- lepiku error |
Bulan Juni kemaren gue dikit banget bacanya -_- parah sumpah cuma 7
-_- Bulan Juli gue target baca 20 novel deh. Mau yang new author maupun old author wwkwk
Lets start with ...
1. Akar Pule By Oka Rusmini
Kumcer tentang perempuan yang keren banget. Kebenaran tentang perempuan yang emang menyedihkan.
2. The Chronicles Of Audy : 4/4 by Orizuka
Seri ke 3 dari TCOF, yang ini memfokuskan gimana lebih labil dan galaunya Audy, yang bikin gue biasa aja, ya karena Audy-nya -_- entahlah, rasanya aneh aja gitu kalau udah menyangkut Audy galau.
3. First
Well, cukup memuaskan dengan harga Rp10.000
4. The Lonely Hearts Club by Elizabeth Ulberg
Terjemahannya bagus, dan ceritanya emang USA banget.
5. 18 vs 29 by Ji Su Hyun
Ini keren banget novelnya! Konflik antimainstream, dan yah gue kagum dengan premis itu sendiri. Ngga kepikiran banget akibat dari kecelakaan itu. Kakkoi!
6. Sekeras Apa Kau Glegekan? by Glenn Murphy
Sebelumnya, gue udah baca bagian Kenapa Ingus Hijau, dan gue lebih suka yang ini, soalnya ini ngga melulu tentang biologi dan komposisi biologinya juga dikit. Lebih ke permasalahn teknologi dan masa depan.
7. Rstart by Nina Ardianti
Gue telat banget ya baca ini, dan saat euforia selesai baca ini malu banget >,< yang lain udah namatin tahun-tahun yang lalu gue baru baca sekarang -_- but, officially novel ini keren walaupun konflik biasa-biasa aja.
12 Special Answer For Gagas

Hi everyone, sudah terlalu lama gue berhibernasi menunggu kuota datang kepelukan, akhirnya beli juga demi ikutan KADO UNTUK BLOGGER-nya GagasMedia yang lagi ulang tahun! Wuh! Umur segini biasanya lagi mau masuk kelas 6 SD, siap-siap UN ya Gas! :p
Tahun kemaren gue ikut berpartispasi dalam event anniversary-nya Gagas, kali ini, gue juga ikut memeriahkan ulang tahunnya, semoga aja masuk 12 besar gitu kan ehm ...
And here the 12 special answer!
1. Sebutkan 12 buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
Paling berkesan? Seri The Chronicles of Audy by Orizuka, gue ngga pernah sekecanduan baca buku berseri. Juga sada Restart-nya Nina Ardianti yang baru aja gue baca kemaren,konfliknya emang biasa tapi penyajiannya enak dan karakter Iannya loveable sangat.
2. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
I For You by Orizuka! Koala Kumal-nya Raditya Dika! bedanya, Koala Kumal bikin nangis ketawa.
3. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
Koala Kumal-nya Raditya Dika!
"Yang jelas, orang setelah mengalami patah hati hebat akan berubah."-hlm.2074. Siapakah tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.
Fedrian Arsjad, Restart! Honestly, gue ngga ada cocok-cocoknya sama itu cowok, gue ngga cantik, gue ngga terlalu pintar, gue masih belum punya ktp dan gue juga belum tentu bisa bikin ia absen ngehardik orang. Tapi gue kepengen, kepengen gitu, da aku mah apa yang hanya blogger yang berharap XD
5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!
Sebenernya lupa semua ending buku yang pernah dibaca. Hm apa ya? Mungkin Lost-nya Eve Shi, ending yang greget dan menggantung, bikin penasaran apa yang bakal diterima sama tokoh utama ceweknya, lupa namanya -_-
6. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?
Lelaki Buaya Darat-nya Nina Ardianti kalo ngga salah (?) waktu itu gue baca di perpus sekolah yang notabenenya punya sedikit koleksi novel, karena menurut gue bagus sampulnya makanya gue baca XD
7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang paling menarik?
The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared, panjang banget judulnya sehingga terlihat beda dan menarik.
The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared, panjang banget judulnya sehingga terlihat beda dan menarik.
8. Sekarang, lihat rak bukumu... cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
To All The Boys I've Loved Before by Jenny Han, sampulnya manis, seorang cewek yang lagi nulis surat di atas kasur. Dan keurbanan
To All The Boys I've Loved Before by Jenny Han, sampulnya manis, seorang cewek yang lagi nulis surat di atas kasur. Dan keurbanan
9. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
Gue lebih suka tema penjelajah waktu yang berhubungan dengan sejarah kayak The Chronicles Of Tempus dari K.A.S Quinn selain itu, Gue juga suka tema persahabatan, well, sebenernya gue juga sekalian pengen tau cara bersahabat dengan baik dan benar lewat buku tema persahabatan. Gue suka sih sama romance, cuma sekarang romance nya udah mainstream semua jadinya bosen deh.
Gue lebih suka tema penjelajah waktu yang berhubungan dengan sejarah kayak The Chronicles Of Tempus dari K.A.S Quinn selain itu, Gue juga suka tema persahabatan, well, sebenernya gue juga sekalian pengen tau cara bersahabat dengan baik dan benar lewat buku tema persahabatan. Gue suka sih sama romance, cuma sekarang romance nya udah mainstream semua jadinya bosen deh.
10. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
K.A.S Quinn, Orizuka, Jenny Han, Julie Anne Peters, Nina Ardianti, Nel Falisha dan semua penulis yang bukunya pernah gue baca yang belum disebutin. Kalau ketemu, hal yang paling nggak akan gue lewatin adalah berfoto, novel addict gitu lho, harus punya foto dengan penulis XD juga interview, gue punya cita-cita jadi penulis so gue pengen minta sharing dari penulis-penulis itu.
K.A.S Quinn, Orizuka, Jenny Han, Julie Anne Peters, Nina Ardianti, Nel Falisha dan semua penulis yang bukunya pernah gue baca yang belum disebutin. Kalau ketemu, hal yang paling nggak akan gue lewatin adalah berfoto, novel addict gitu lho, harus punya foto dengan penulis XD juga interview, gue punya cita-cita jadi penulis so gue pengen minta sharing dari penulis-penulis itu.
11. Lebih suka baca e-book atau buku cetak, kenapa?
Buku cetak. Soalnya mata gue ngga kuat kalau dihadapin dengan layar dengan intensitas cahaya yang lumayan, serta radiasi yang membahayakan. Gue sendiri berusaha untuk mengurangi baca di gadget demi mata tersayang. Selain itu, rasanya beda aja kalau baca buku tanpa buku yang konkret, ngga terasa book addictnya.
Buku cetak. Soalnya mata gue ngga kuat kalau dihadapin dengan layar dengan intensitas cahaya yang lumayan, serta radiasi yang membahayakan. Gue sendiri berusaha untuk mengurangi baca di gadget demi mata tersayang. Selain itu, rasanya beda aja kalau baca buku tanpa buku yang konkret, ngga terasa book addictnya.
12. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
Damn, I infacted of all grear-excellent-amazing book from Gagas Media!
Kejar mimpimu dan #TerusBergegas dengan Gagas Media!
[Review] Restart

Editor :
Prisca Primasari
Proofreader :
Christian Simamora & Jia Effendie
Penata letak
: Gita Ramayudha
Desain cover
: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit :
Gagas Media
Tahun terbit
: 2013
Tebal :
446hlm
ISBN :
979-780-6316
“I’m facsinated by the way you talk, by the way you walk.” (Fedrian to Syianna, pg.394)
"Semua orang pernah patah hati. All you have to do is move on."
Aku selalu mengira tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang menjadi obatnya.
Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa kini tak ada lagi 'kita'. Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?
Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti... dan dengan yang lebih baik dari dirinya.
Adalah Syianna, pegawai bank yang mengalami siklus cinta.
Dan dia mendikasikan dirinya agar lupa tapi ingatan muran Kempinski selalu
menggentayanginya. Saat ada sebuah kesempatan untuk berlari, ia melarikan diri.
Namun Tuhan mempertemukan Syianna dengan seseorang yang tak layak disebut
namanya di Hong Kong.
Pertemuan yang diatur Tuhan juga membuatnya terjebak dalam
klub malam dan mendapat jackpout dari orang asing. Tak lama setelah kembali ke
Jakarta, Tuhan pun mempertemukannya dengan si jackout dan temannya. Mampukah
dia menghindar atau melawan?
---
Cinta memang manis, tapi keseluruhan cinta bukan hanya
tentang manis, tapi pahit dan hitam. Syianna merasakan hitamnya setelah 3 tahun
pacaran. Menurut gue itu terlalu over, dan gue ngga profesional dalam bidang
cinta-cintaan dan gue belum bisa ngerti kenapa dia ngga tampar aja si orang
yang tak layak disebutkan namanya dan berpikir rasional (realistis juga) kalo
di dunia ini cowok bukan dia doang. Keki sendirijadinya kalau udah baca bagian
yang menyangkut tragedi Kempinski.
Di novel ini bukan hanya fokus sama masalah cinta Syianna,
mbak Nina menyajikan pendidikan tentang perbankan di sini, point yang bagus.
Selain dapat cerita cinta Syianna, pembaca juga dapat informasi tentang bank,
dan itu detail, maklum yang nulisnya kan banker. Gue juga salut dengan
penggambaran Fedrian, gue rasa sih ngga banyak penggambarannya tapi gue ngerasa
bahwa Ian itu hidup, entah gimana gue juga kecanduan ngebayangin Ian.
Penokohannya juga kuat, gue dapat feel menyebalkan Syianna
(Dan gue benci dia) yang sebenarnya menurut gue drama queen tapi Syianna
sendiri mengeledek Edyta, sahabatnya, drama queen. Ciri kalau gue terguncang
dengan setiap karakter di sini. Di novel ini juga nggak melulu perbankan dan
cinta, tapi tentang sahabat. Feel persahabatan antara Aulia (yang gue kira
bakal berakhir di hati Syianna) dan Syianna, ada juga Edyta.
Novel ini diselipin juga tentang keluarga, bagaimana
kedekatan keluarga Edyta dan Syianna.
Gue suka banget dengan dialog antartokohnya, pencampuran
bahasa yang metropop banget. Btw, dialog Ian kalo muji Syianna juga manis, pake
banget.
Sayangnya, novel ini terlalu tebal dengan konflik mayoritas
cinta. Kalau aja dipangkas dan diefisiensikan. Novel ini mungkin udah abis gue
lahap tanpa menunda cucian piring.
Overall, gue suka banget dengan novel ini dan ini recomended
(walaupun gue terlalu telat bacanya, ini 2015 Pin -_-) 4/5 bintang untuk novel
ini <3
[Review] The Queen Must Die

Penulis : K. A. S Quinn
Penerjemah : Ambhita Dhyaningrum
Editor : D. Liana
Redesign : Fatichah Eri
Relayout : Tri Mulyani Ch.
Penerbit : Metamind (imprint Tiga serangkai)
Taun terbit : 2011
ISBN : 978-602-985-497-8
KATIE Berger-Jones-Burg, tiba-tiba terlempar ke zaman Ratu
Victoria, saat terbangun ia malah dikira sebagai pembunuh yang hendak
menuntaskan kehidupan sang Ratu. Terlemparnya dia ke abad 19 itu menghasilkan
banyak tanda tanya. Namun, putri Alice yang baik serta James O’Relly yang
menyebalkan merawat dan menemani Katie dengan baik.
Sampai pada satu titik di mana petualangan dimulai, sampai
harus merenggut nyawa wanita tak bersalah. Katie harus bertahan dan mencoba
mengungkap siapa dibalik semua ini. Siapakah orang berniat jahat itu? Apakah kau?
---
Ini adalah buku pertama dari seri Gadis Penjelajah Waktu,
yang seri keduanya sudah gue review duluan. Secara keseluruhan, gue lebih suka
buku pertama ini dibanding dengan buku kedua, proses Katie mengungkap penyebab
dia terlempar ke abad 19 sangat mengasyikkan. Setiap scene-nya dibuat
mendebarkan dan lembut. Proses James menerima Katie juga nggak kalah menarik.
Proses, di mana-mana memang mengasyikkan.
Dibuku pertama ini, pembaca ngga Cuma diajak berpetualang
dengan Katie, Alice dan James, pembaca juga (Include me) diajak mengetahui
sejarah zaman Victoria. Ratu Victoria memang punya anak bernama Alice
dikehidupan nyata, juga Ratu yang menyayangi Pangeran Alberth sepenuh hati, tak
lupa istana kristal memang ada di dunia ini, Cuma beberapa abad yang lalu.
Yang gue suka banget dari buku ini adalah alurnya, suka
banget, pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Katie dan lain-lain. Baca
buku ini, gue jadi sadar kalau kebenaran belum tentu berarti kebaikan. Well,
masih banyak hikmah yang bisa diambil dari buku ini, tentang kebenaran dan
kebaikan.
Karakter yang gue suka adalah Bernardo DuQuelle, meskipun
penuh misteri tapi omongannya terasa benar, tentang politik dan dunia. Gue ngebayangin
kalau DuQuelle itu V di V For Vendetta, keren binggo.
Scene yang paling gue suka adalah bagian klimaksnya, saat
percobaan pembunuhan Mama Alice, adegan Katie yang pura-pura jadi uskup hampir
ketahuan karena salah duga.
Overall, 4/5 bintang untuk novel ini
[Review] 18 vs 29

Judul: 18 VS 29: Loving You, Forgetting You
Penulis: Ji Su-hyun
Penerjemah: Rusmalasari & Dwita Rizki Nientyas
Penerbit: Qanita (imprint Mizan)
Penyunting: Lelita Primadani
Proofreader: Emi Kusmiati
Layout cover: Agung Wulandana
Tebal: 316 halaman
Harga: Rp50.000,-
Rating: ★★★★
Penulis: Ji Su-hyun
Penerjemah: Rusmalasari & Dwita Rizki Nientyas
Penerbit: Qanita (imprint Mizan)
Penyunting: Lelita Primadani
Proofreader: Emi Kusmiati
Layout cover: Agung Wulandana
Tebal: 316 halaman
Harga: Rp50.000,-
Rating: ★★★★
Hye Chan, wanita berumur 29 tahun itu
mengalami kecelakaan yang membuatnya lupa segalanya, perceraian, keluarganya,
suaminya. Tapi tidak dengan Ji Woo, wanita yang merasa umurnya 18 tahun ketika
bangun dari kecelakaan itu mengingat Ji Woo, bahkan memuluknya, di depan
suaminya yang tidak ia ingat.
Sang Yeong, artis terkenal, nomor 1 di hati
para wanita Korea, saat istrinya menggugatnya, darahnya naik, namun kali ini
kemarahannya benar-benar tak terkendali walaupun selalu begitu saat tau
istrinya, Hye Chan, mengalami amnesia.
---
Ini kali pertama saya baca karya Ji Su
Hyun, dan terkejut. Blurpnya memang menampilkan premisnya tapi saya lebih
terkejut saat baca bab 1, ternyata asumsi saya dijungkirbalikan, tadinya saya
kira Hye Chan tidak menggugat cerai dan masih banyak asumsi. Hebat,
mempermainkan pembaca dengan cara yang keren. Plot twistnya juga gemesin eh.
Alurnya pun oke, dari segi konflik, buat
saya ini beda, bisa ya kepikiran bikin novel ini lewat pertanyaan yang kayaknya
ngga mungkin dan nggak penting, dan ditulis dengan apik. Pembagian penokohan
pada setiap karakter juga imbang, I mean, setiap tokoh punya sifat menonjol
tersendiri dan mengambil part yang ideal (ngomong apa gue nih -_-) peran
heroine di sini juga imbang, semuanya sama.
Karakter yang paling saya suka adalah Sang
Ha, dia memang tunawicara dan tunarungu, tapi sifat baiknya dan sabaran bikin
meleleh juga, ditambah lagi adik Hye Chan, Hye Won, menginginkan Sang Ha.
Karakternya beda, ngga biasa saya temuin di novel-novel. Ini point pentingnya, karakternya kuat.
Adegan yang paling saya suka adalah adegan
paling puncak, yang bikin bergetar, adalah adegan di mana tokoh utama cowok
diculik lalu bla-bla-bla.
Over all, buku ini layak dibaca bahkan saya
rekomendasikan buat yang lagi bingung beli/baca novel. 4/5 bintang!
[Review] The Lonely Hearts Club
Label:
Bentang Pustaka,
Review 2015,
Serang Book Worm
·
Diposkan oleh
The Kamo Book Blog
di
1:34:00 PM
Penulis : Elizabeth Eulberg
Penerjemah : Rini Nurul Badariah
Penyunting : Dhewiberta, Dila Maretihaq Sari
Perancang sampul : Itsna Hidayatun
Ilustrasi isi : Itsna Hidayatun
Pemeriksa aksara : Intari Diah P., Pritameani, dan Nurani
Penata aksara : Supardi
Penerbit : Bentang Belia
Terbit : 2012
Tebal : x + 282 hlm.
ISBN : 978-602-9397-00-0
Tentang penny lane yang benci sekali dengan kaum Adam,
khususnya cowok-cowok yang menyakitinya, juga menyakiti sahabatnya. Apa lagi
Penny Lane juga punya sejarah kelam bersama teman musim panasnya.
Akibatnya, Penny mendirikan The Lonely Hearts Club, yang
awalnya disangsikan sahabatnya sendiri, lambat lau, grupnya pun membengkak dan
bahkan menjadi popular! Menjadi popular bukan tak ada kesialan, Penny sendiri
kejatuhan kesialan mulai dari ultimatum dan cowok terkeren di sekolahnya,
mampuah dia mengatasinya?
Well, bukunya asik di baca. Ini adalah buku Elizabeth Ulberg
pertama yang gue baca. Sekilas memang tampak menggemaskan dengan ilustrasi
cewek dan cowok yang tampak musuhan, dalamnya juga gitu. Ceritanya
menggemaskan, mengangkat tema yang biasa tapi dibawa oleh Elizabeth menjadi
kisah yang apik.
Alurnya ngalir, Cuma gue agak kegelibet di bab pertama
soalnya antara flashback dan alur masa kini ngga ada pembatasnya tapi akhirnya
ngerti juga. Terjemahannya juga bagus, nggak menghilangkan kesan buku luar negri.
Gue suka bagian Ryan nyanyi Penny Lane di karaoke bersama,
klise memang, tapi lucu aja gitu, secara nama Penny Lane diambil dari lagu The
Beatles dan Ryan nyanyiin di depan banyak orang. Karakter favorit gue Tracy,
mulutnya pedas, blak-blakan dan support sama sahabat.
Overall, buku ini menggemaskan dengan cerita ‘jilat ludah’
yang enak dibaca.
[Review] First
Label:
Bentang Pustaka,
Review 2015,
Serang Book Worm
·
Diposkan oleh
The Kamo Book Blog
di
1:24:00 PM
Judul : First
Editor : Hutsmi Suryaningtyas
Perancang & ilustrasi sampul : Nocturvis
Pemeriksa aksara : Veronika Neni & Intan
Penata aksara : Gabriel
Penerbit : Bentang Belia
Tebal :168hlm
ISBN : 978-602-9397-62-
Bercerita tentang Kay, murid yang tak terbiasa dengan sekolah formal yang dipandang sebagai alien. Hari MOSnya jelek karena harus bermasalah dengan revanol yang ternyata pupuk cair saat ia membubuhkannya di kening senior magnetizing yang tampan. Hari di kelasnyapun penuh kekacauan setelah Marry dari geng bando kuning memberinya ultimatum.
Sampulnya oke, oranye-oranye menggemaskan dan
tanaman-tanamannya menarik untuk dibawa pulang. Sangat disayangkan isi bukunya
ngga sama dengan apa yang gue ekspetasikan, dlihat dari sampul gue nerka-nerka
ceritanya bakal seperti teenlit Gramed dan bakal jadi novel bentang belia macam
After School Club ( :D ). Judulnya tidak sinkron dengan isinya, melenceng.
Premisnyapun tidak tau apa. Pembangunan konfliknya kurang greget dan gue ngga
ngerasa puas, padahal, kalo aja lebih digali, mungkin bakalan jadi apik.
Penyusunan paragrafnya acak-acakan, tidak padu. Sehingga gue
bingung dan ngga sreg buat nuntasin (tadinya) tapi akhirnya gue berusaha ngga
judge buku ini, hasilnya malah gue kecewa setelah namatin ini. Masih banyak
yang harus direvisi, seutuhnya menurut gue.
But, ini oke-oke aja buat yang nyari bacaan ringan dengan
bad service.
Wishful Wednesday [14] : Oldwish
Katanya, a guy and a girl can't be just friends.Benarkah? How about Karin and Rama?KarinDelapan tahun! Itu bukan waktu yang sebentar untuk menunggu.Tapi yang aku dapat selama ini justru semua cerita saat kamu jatuh cinta dengan puluhan wanita lain di luar sana. Puluhan wanita yang selalu berakhir membuatmu kecewa. Rama, sadarkah kamu, wanita yang nggak akan pernah mengecewakanmu justru berada di dekatmu selama ini? Aku. Sahabatmu, tolol!rRamaSatu di antara seribu alasan kenapa gue nyaman bersahabat dengan Karin adalah ketidakwarasannya membuat gue tetap waras di tengah gilanya kehidupan Jakarta. Ya, dia adalah teman adu tolol favorit gue. Oh iya, gue punya satu lagi alasan: dia cantik banget, man! Nggak malu-maluin buat diajak ke pesta kawinan kalau gue kebetulan sedang jomblo. Paket komplit!
[Review] Lovemeter
Penulis : Yuni Tisna
Desain sampul : Orkha Creative
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2014
ISBN : 978-602-03-0439-7
Semuanya sudah benar-benar diringkas dalam blurp, alurnya
terbaca, seperti teenlit-teenlit di pasaran, tapi tak membuat saya enggan
berhenti baca. Manisnya kisah Riska-Nael dan Erik, Ita, Evan yang menurut saya
pacarable :D
Ceritanya bermulai dari sebuah link Lovemeter yang ternyata
hanya jebakan belaka, link itu pula yang menjadi titik balik kehidupan Riska. Dia
harus mau melaksanakan semua perintah dewa siswa di SMA-nya, siapa lagi kalau
bukan Nael? Nael yang tampan, kaya dan anak basket itu memang susah untuk nggak
bikin seluruh cewek SMA klepek-klepek, Cuma Riska yang sepertinya penganut
anti-Nael.
Ceritanyna kucing-kucingan gitu, benci jadi cinta, macem Pay
It Forward, Marry Now Sorry Later, Sid-Juli di High School Paradise, Fall dan
banyak lagi. Premisnya memang mainstream, tapi cerita benci jadi cinta memang
belum lekang oleh waktu hingga saat ini, buku Jane Austeen bahkan banyak
digemari hingga sekarang.
Lovemeter karya Mahasiswi Teknik Multimedia & Jaringan
ini, ngga bikin bosan, bahasa pas, cocok untuk teenlit, ringan dan nggak
nyeleneh. Soal plot, saya suka. Soal sampul juga, saya suka, waktu itu saya
pilih buku ini karena sampulnya pink fanta dan manis, eye-catching dan menarik.
Lay out dalamnya juga lumayan, fontnya coco.
Adegan yang paling saya suka ada di bab 11, pas scene
pertama, di mana Nael ngga terima kalau Sandra duduk di sampingnya. Lucu aja gitu,
si centil Sandra dibentak dan dipermalukan. Ngomong-ngomong Sandra nih,
penokohan di novel ini cukup oke. Masing-masing punya kemistri dan
masing-masing karakter sudah dimatangkan oleh penulis, konsisten jadinya.
Tokoh yang paling aku suka adalah Evan, walau scene dia
dikit, tapi aku suka karena dia orangnya ceria, ramah dan baik. Apa lagi pas
traktir Riska. Nael ada diurutan kedua, cowok macam dia ini gemesin walau suka
jaim :3
Eksekusi endingnya bintang 3, pas sebelum epilog scene manis
:3 dialognya lucu dan gemesin. Cuma saya ngerasa janggal aja pas Nael bilang “Makasi,
***n*.”
Secara keseluruhan, novel ini cocok dibaca saat bosan,
3,5/5!! Oh ya ini karya debut kak Yuni ^o^ dan sekarang terbit buku barunya dengan judul Fairly (Wishlist tuh >,<)
[Review] Akar Pule
Penulis : Oka Rusmini
Editor : Wikan Satriati, Ariobimo Nusantara
Penata isi : Samsudin
Desainer sampul : Diberu Karina
Foto kover : Phalayasa Sukmakarsa
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2012
ISBN : 978-979-081-747-0
“Perempuan juga harus punya cinta dan harus jatuh cinta!” (Hlm 65)
Oka Rusmini, kelahiran Jakarta, saat ini tinggal di Bali.
Beliau banyak mempeoleh penghargaan dan sering diundang dalam event sastra
nasional maupun internasional. Bukunya juga pernah diterjemahkan ke bebagai
bahasa seperti Tarian Bumi (2000) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan
Inggris.
Berisi kumpulan cerpen belatar Bali dengan rasa Bali yang
kental. Setiap cerpen membahas masalah sakit hati yang dialami perempuan, ada
yang berkat pekawinan ada juga yang dsebabkan oleh kutukan-kutukan.
Walaupun ini masuk konten dewasa, tapi saya cukup
memakluminya karena ngga separah novel dewasa terjemahan (pastinya). Saya juga
bisa nangkap premis kumcer ini, sedikit mencengankan sih, tapi oke-oke aja.
Gaya kepenulisannya tante Oka ini keren, ngalir, nyante
walau formal. Diksi-diksi juga cakep, nggak lebay dan menye-menye. Mudah
dicerna juga enak dibaca, walaupun banyak paragrafnya, tapi nggak bikin bosan.
Keren. Sedikit nyastra dan sedikit pop. Muatan lokalnya juga top. Saya belajar
banyak tentang Bali di sini.
Eksplorasinya apik. Juga segi spiritualnya ada, tentang
ritual-ritual, adat dan banyak lagi. Nilai moralnya juga ketangkap, tapi
kayaknya sadis banget, di kumcer ini, lelaki itu diceritakan super buruk, ada
di suatu cerpen bahwa tokohnya membenci laki-laki padahal tokohnya sendiri
laki-laki. Laki-laki yang dibenci diceritakan telah memperkosa anak tujuh tahun
sampai mati. Ngeri, saya sendiri ngebayangin kalau kejadian kaya gitu (Amit-amit)
tapi ya ngga nutup kemungkinan di dunia ngga ada, malah menurut saya, kasus
begitu zaman sekarang mah banyak walaupun ngga ke umbar.
Saya suka cara tente Oka menuliskan cerita fiksi yang tampak
seperti realita. Dipelintir sedemikian rupa sampai saya percaya sama fiksi itu,
seakan saya lagi baca curhatan para wanita.
Berikut adalah menu Akar Pule :
- Tiga perempuan
Menceritakan tentang 3 anak
perempuan yang mengalami nasib buruk rumah tangga dan pulang ke umah Aji.
- Sipleg
Menceritakan seorang wanita tipis
bernama Sipleg yang dijodohkan dengan Payuk, tetapi keadaan rumah tangganya tak
baik juga mertua Sipleg yang selalu mengeluh. Lalu flashback tentang dibuangnya
Sipleg.
- Sepotong Tubuh
Tentang seorang
perempuan yang sakit hati dan ingin telanjang (-_-)
- Seorang Perempuan dan pohonnya
Tentang kepahitan menikah dengan
lelaki yang tak betanggung jawab dan sebuah pohon beringin.
- Sawa
- Pastu
- Palung
- Grubug
- Bunga
- Akar Pule
Di antara kespeluh cerpen tersebut, Grubug dan Tiga
Perempuan adalah cerpen kesukaan saya. Konfliknya saya suka dan penyajiannya
sangat indah. Di cerpen tiga perempuan, nuansa Bali berkasta dan
kekeluargaannya kental, hangat dan miris. Grubug pun begitu, penulisnya begitu
kejam membuat kisah hidup Grubug yang amat menyedihkan.
Tokoh kesukaan saya adalah Tuniang di Tiga Perempuan dan
Sipleg, Tuniang sangat keras tapi elegan, sedang Sipleg pendiam dan pasrah.
Overall, saya sangat menikmati buku ini, 3,8/5 untuk buku
ini.
Wishful Wednesday [13] : TeenWish
Heyyo! Selamat hari pengumuman kelulusan SMP! Eh, btw kok jadi keinget nemku yang coco itu ya >,<
Judul : Hey! You!
Terbit : Mei 2015
Penulis : Pelangi Tri Saki
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - Teenlit
Editor : Ruth Priscilia Angelina
Desain Cover : Orkha Creative
Harga : Rp.50.000
Tebal : 200 Halaman ; 20 cm
ISBN : 978-602-03-1627-7
Blurb :
“KAK ILLO SAYANGGG, BANGUN!!!”
Teriakan dari balkon seberang rumah itu sudah setia menemani hari Zillo sejak
bertahun-tahun lalu. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan si bocah upil, Nadira,
cewek yang sudah naksir Zillo sejak mereka masih kecil.
Dan sekarang si bocah upil itu masuk ke SMA yang sama dengan Zillo! Cewek itu mengintilinya ke mana-mana di hari pertama ospek, nekat nyanyiin lagu romantis yang nggak banget di depan semua anak, merusak reputasi Zillo sebagai ketua OSIS tampan dan terkenal.
Tahun terakhir Zillo di SMA berubah jadi neraka!
Tapi, apa benar terasa kayak neraka? Kalau semua itu begitu menyebalkan,
kenapa Zillo jengkel waktu Nadi ditaksir ketua ekskul karate? Kenapa Zillo kesal
waktu sahabatnya sendiri berubah jadi overprotective ke Nadi?
Masa iya dia jatuh cinta sama si bocah upil?!
Terus, gimana kalau ternyata Zillo terlambat jatuh cinta?
Keren kan blurbnya? :D woiyalah, siapa dulu yang ngewishin (lha?)
Rasanya mimpi jadi kenyataan saat Dee berjumpa dengan Rendy. Segalanya sempurna—sampai meninggalnya Ibu tiri Rendy menguak kebenaran…
Fitri Handayani Honey Money? Judulnya aja udah bikin aku tertarik. Dan pas aku baca? Mantaaaaaaaab!!! Aku langsung jatuh cinta. What a must read novel deh!
Raudra Rachmi Lia P Menurutku Honey Money itu... the best novel I’ve ever read! Beneran novel itu bisa buat aku nangis dan bener-bener inspiring! And I’ll always remember those quotes that you put in there! :)
Nitha Riana Wicaksono Catchy banget, cerita tentang problematika percintaan remaja yg sering terjadi tapi dikemas dengan cerita yang ga basi. Recommended banget nih, wajib dibaca, guys!
Reni Susanti Cerita ini ga cuma mengusung problematika cinta remaja doang tapi problem keluarga juga... Pokoe keren banget deh.
Kovernya emang catchy binggo! Judulnya aja udah kayak disemburin mantra, interest deh <3 Ya ampun kepengen banget :(
Yuk, ikutan Wishful Wednesday dengan cara:
1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu.
[Review] Pay It Forward
Penulis: Emma Grace
Editor : Tri Saputra Sakti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1501-0
Tebal: 256 halaman
"Daddy is daughter's first love. And for me it is a forever love." (pg.199)
TedjasAstaga, gadis itu sudah gila. Pasti!Gue nggak pernah berminat untuk komentar di status orang di Facebook, apalagi ikut-ikutan dalam permainan apa pun. Tapi, gadis itu bilang apa tadi? Pay It Forward?Cih, permainan apa itu?
GittaAku nggak pernah mengira bisa membenci seorang pria, seperti aku membenci Tedjas. Sejak pertama bertemu, dia selalu bersikap menyebalkan. Seakan belum cukup, dia juga menghinaku habis-habisan di depan banyak orang. Semakin jauh jarak terbentang di antara kami, itu semakin baik!
Itu yang Tedjas dan Gitta pikirkan.Tapi ketika rasa cinta menggedor semakin kuat, sanggupkah mereka berdua tetap berpura-pura bahwa kedekatan itu tak pernah nyata?
Gitta, anak tunggal yang tinggal bersama ayah dan neneknya. Gitta tak tau sejarah tentang ibunya, ayah merahasiakannya dari Gitta. Gitta masih dianggap anak kecil oleh Daniel. Hingga ia mengalami titik balik hanya karena status Yunike.
"Dengan perjalanan yang tepat, perjalanan itu akan mengasyikkan" (pg.208)
Yunike membuat status Pay It Forward, dan Gitta ikut dalam permainan tersebut. Ia pun harus melanjutkan permainan berantai, lalu di kolom komentar statusnya, ada 'I'm in' dari seorang Tedjas. yang diam, cuek dan arogan.
Buku ini adalah hadiah giveaway dari mbak Astrid, saya pilih karena saya kira ini buku terjemahan >,< sampul bukunya mendukung banget apa lagi penulisnya namanya kebaratan gitu, ya jadi saya mengira buku ini terjemahan sampai mbak Sulis KubRom bikin review Pay It Forward :3 Terus pas bikin WW buku ini, ada yang komen film Pay It Forward, itu adalah sebab saya mengira buku ini terjemahan :3
"Selalu ada dua sisi cerita dalam setiap kisah." (pg.146)
Jujur saya baru tau ini ada permainan pay it forward, jadi pas saya baca Pay It Forward, saya kagum si penyebab konflik ini nggak biasa, terus dilatar belakangi dengan keluarga Gitta, dan penulisannya rapih.
"Maka yang akan membayangi lo bukan hanya kesepian, tapi juga penyesalan." (pg.135)
saya bisa merasakan kekonsistensian karakter di sini, karakter Gitta gemesin, pengen banget ngejitak karena dia asal nge judge Tedjas, padahal saya udah ngira kalau Tedjas itu bakal jadi 180 derajat berbeda dari yang Gitta kira. Deskripsi fisiknya juga seimbang, walaupun ngga banyak, tapi saya bisa bayangin wajah Gitta kaya gimana, cast menurut saya sih Preecaya Phonhtananikom, pipi kenyel-kenyel gimana gitu. Untuk Tedjas, saya suka dengan karakter macam dia, jutek kalau belum kenal, cool. Mirip sama Sunny Suwanmethanon lhaa~
"Semakin kuat kau menggenggam pasir, semakin banyak butir-butir yang keluar di sela jarimu." (pg.151)
Terus, rasa kekeluargannya juga ada, di mana ayah Gitta selalu ambil andil dalam pilihan Gitta, sorot ke Daniel juga lumayan banyak.
Sayang, penyajiannya bikin ngantuk, dan terlalu formal. Kalau saja dibikin nyeleneh dan dimasukin humornya (walaupun dikit), garingnya novel ini bisa teratasi.
Scene yang paling saya suka adalah bagian Gitta ngasih hadiah Pay It Forward ke Tedjas, so sweet :3 Karakter yang paling saya suka adalah Tedjas. Terus bab favorit di bab 14 <3
Overall, untuk yang ingin bacaan dengan tema beda, buku ini bisa dibaca, 3,5!
"Karena rasa sepi akan buat lo jadi manusia paling pahit di bumi ini." (pg.134)
Subscribe to:
Posts (Atom)










