[Review] Restart

Restart

Editor : Prisca Primasari
Proofreader : Christian Simamora & Jia Effendie
Penata letak : Gita Ramayudha
Desain cover : Dwi Anissa Anindhika
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2013
Tebal : 446hlm
ISBN : 979-780-6316

“I’m facsinated by the way you talk, by the way you walk.” (Fedrian to Syianna, pg.394)

"Semua orang pernah patah hati. All you have to do is move on."

Aku selalu mengira tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang menjadi obatnya.
Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa kini tak ada lagi 'kita'. Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?
Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti... dan dengan yang lebih baik dari dirinya.

Adalah Syianna, pegawai bank yang mengalami siklus cinta. Dan dia mendikasikan dirinya agar lupa tapi ingatan muran Kempinski selalu menggentayanginya. Saat ada sebuah kesempatan untuk berlari, ia melarikan diri. Namun Tuhan mempertemukan Syianna dengan seseorang yang tak layak disebut namanya di Hong Kong.

Pertemuan yang diatur Tuhan juga membuatnya terjebak dalam klub malam dan mendapat jackpout dari orang asing. Tak lama setelah kembali ke Jakarta, Tuhan pun mempertemukannya dengan si jackout dan temannya. Mampukah dia menghindar atau melawan?
---
Cinta memang manis, tapi keseluruhan cinta bukan hanya tentang manis, tapi pahit dan hitam. Syianna merasakan hitamnya setelah 3 tahun pacaran. Menurut gue itu terlalu over, dan gue ngga profesional dalam bidang cinta-cintaan dan gue belum bisa ngerti kenapa dia ngga tampar aja si orang yang tak layak disebutkan namanya dan berpikir rasional (realistis juga) kalo di dunia ini cowok bukan dia doang. Keki sendirijadinya kalau udah baca bagian yang menyangkut tragedi Kempinski.

Di novel ini bukan hanya fokus sama masalah cinta Syianna, mbak Nina menyajikan pendidikan tentang perbankan di sini, point yang bagus. Selain dapat cerita cinta Syianna, pembaca juga dapat informasi tentang bank, dan itu detail, maklum yang nulisnya kan banker. Gue juga salut dengan penggambaran Fedrian, gue rasa sih ngga banyak penggambarannya tapi gue ngerasa bahwa Ian itu hidup, entah gimana gue juga kecanduan ngebayangin Ian.

Penokohannya juga kuat, gue dapat feel menyebalkan Syianna (Dan gue benci dia) yang sebenarnya menurut gue drama queen tapi Syianna sendiri mengeledek Edyta, sahabatnya, drama queen. Ciri kalau gue terguncang dengan setiap karakter di sini. Di novel ini juga nggak melulu perbankan dan cinta, tapi tentang sahabat. Feel persahabatan antara Aulia (yang gue kira bakal berakhir di hati Syianna) dan Syianna, ada juga Edyta.

Novel ini diselipin juga tentang keluarga, bagaimana kedekatan keluarga Edyta dan Syianna.
Gue suka banget dengan dialog antartokohnya, pencampuran bahasa yang metropop banget. Btw, dialog Ian kalo muji Syianna juga manis, pake banget.

Sayangnya, novel ini terlalu tebal dengan konflik mayoritas cinta. Kalau aja dipangkas dan diefisiensikan. Novel ini mungkin udah abis gue lahap tanpa menunda cucian piring.

Overall, gue suka banget dengan novel ini dan ini recomended (walaupun gue terlalu telat bacanya, ini 2015 Pin -_-) 4/5 bintang untuk novel ini <3

No comments:

Post a Comment